Hampir separo hidupnya didekasikan
sebagai wartawan. Ia memang berasal dari keluarga wartawan, bapaknya dan
ketiga adiknya pernah menjadi wartawan, kecuali yang bungsu.
“Saya pernah mencoba keluar dari dunia kewartawanan, bekerja di sebuah
perusahaan non-jurnalistik, tapi nyatanya tak bisa. Mungkin karena bisa
saya cuma menjadi wartawan. Akhirnya saya kembali menjadi wartawan
lagi,” kata Dann Julian.
Ia beberapa kali pernah menjadi
wartawan diberbagai media Nasional di Jakarta, mulai dari harian hingga
majalah mingguan dan majalah bulanan. Pernah ditempatkan di berbagai
bidang, ekonomi, politik, hukum, keagamaan dan hiburan.
Selain menjadi wartawan, Dann Julian juga sering menulis artikel, cerita
pendek, puisi dan pernah memenangkan lomba. Pada tahun 1980-an ia juga
menulis skenario film.
Bapak dari dua anak lelaki dan
perempuan ini memiliki cita-cita sangat sederhana, ingin punya waktu
banyak untuk menulis. Tidak diganggu oleh kegiatan rutin sebagai
pegawai kantoran. Dengan demikian berbagai pengalamannya selama menjadi
wartawan bisa dituangkan dalam berbagai bentuk tulisan.
“Saya
ingin menulis novel politik, di Indonesia masih sangat kurang, padahal
gonjang ganjing sejarah politik di Indonesia begitu menarik, dramatis
dan banyak kejutan. Lihat saja, hampir semua Presiden-nya turun tahta
dengan cara dilengserkan......” katanya.
Dann Julian adalah
pengagum wartawan yang juga novelis asal Inggris , Frederick Forsyth,
yang kemudian diusir pemerintah Inggris keluar dari negaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar